“Perbedaan pergerakan ini cukup menarik: penguatan pasar berpusat pada saham-saham yang diminati institusi domestik, sementara saham berkapitalisasi besar dengan kepemilikan asing tertinggi justru tertinggal. Kondisi ini menjadi indikasi awal bahwa dana domestik mulai masuk untuk menyerap saham yang dilepas investor asing,” tulis Trimegah.
Penegakan hukum juga menentukan
Selain dukungan investor domestik, Trimegah menilai kredibilitas penegakan hukum menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar saham Indonesia di tengah konsultasi MSCI.
Menurut riset tersebut, perbaikan keterbukaan informasi dan penyesuaian indeks saja belum cukup.
MSCI menilai klasifikasi suatu pasar, sehingga bukti pengawasan yang efektif dan penindakan terhadap pihak yang terlibat dalam praktik perdagangan terkoordinasi menjadi bagian penting dari proses penilaian.
Trimegah menyoroti bahwa penindakan yang lebih tegas, termasuk kemungkinan proses pidana, larangan perdagangan, dan pembekuan aset terhadap individu yang bertanggung jawab, dapat meningkatkan peluang Indonesia mempertahankan status pasar berkembang (emerging market).