Wall Street mendapat keuntungan dari pemulihan minat pasar terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI), ekspektasi kinerja laba perusahaan AS yang kuat pada kuartal ketiga, serta berkurangnya spekulasi mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat menyusul data inflasi yang positif dan laporan nonfarm payrolls yang lemah.
"Tidak dapat dimungkiri bahwa pasar menunjukkan performa yang sangat kuat belakangan ini, dengan beberapa indeks mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Menurut saya, optimisme ini terutama didorong oleh ekspektasi pertumbuhan laba yang kuat untuk kuartal ketiga dan seterusnya. Kita seharusnya mulai melihat hal ini pada pekan depan," ujar Peter Tuz, Presiden Chase Investment Counsel, kepada Investing.com.
Musim pelaporan laba perusahaan akan dimulai pekan depan dengan rilis laporan dari bank-bank besar AS seperti JPMorgan dan Bank of America.
"Saya juga berpendapat bahwa sudah muncul cukup banyak sinyal ekonomi yang agak lemah, sehingga banyak pihak meyakini kita tidak akan melihat kenaikan suku bunga lagi hingga akhir tahun ini. Tentu saja, hal yang menjadi perhatian saya adalah tren kenaikan suku bunga jangka panjang yang terus berlanjut," katanya.
(kunthi fahmar sandy)