sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Melemah, Nasdaq Anjlok 1,46 Persen akibat Kekhawatiran Belanja AI

Market news editor Rahmat Fiansyah
22/10/2026 21:41 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026), tertekan oleh saham-saham teknologi.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026), tertekan oleh saham-saham teknologi. (Foto: FT)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026), tertekan oleh saham-saham teknologi. (Foto: FT)

Tekanan juga melanda saham perusahaan teknologi lainnya. Amazon dan Nvidia masing-masing turun sekitar 2 persen. Di sektor semikonduktor, saham Intel merosot 5,3 persen, sedangkan AMD, Qualcomm, Marvell Technology, Broadcom, dan Micron Technology melemah di kisaran 1,9–5,2 persen. Saham SpaceX dan Super Micro Computer juga turun masing-masing 3,9 persen dan 3,4 persen.

Meningkatnya kekhawatiran pasar mendorong indeks volatilitas CBOE atau VIX melonjak 17,86 persen setelah melemah selama tiga sesi berturut-turut. Enam dari 11 sektor dalam S&P 500 tercatat melemah, dengan sektor teknologi turun 1,6 persen. Sebaliknya, sektor barang konsumsi primer dan kesehatan menguat karena investor beralih ke saham defensif.

Dari sisi ekonomi, klaim tunjangan pengangguran mingguan AS secara tak terduga turun, mengindikasikan pasar tenaga kerja masih solid. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent bertahan di dekat level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Kekhawatiran gangguan pasokan meningkat setelah serangan kelompok Houthi di Arab Saudi memicu risiko eskalasi konflik di Timur Tengah. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 5,0378 persen seiring meningkatnya permintaan terhadap aset yang dianggap lebih aman.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham bergerak berlawanan arah. Saham Lockheed Martin melonjak 9,4 persen setelah perusahaan pertahanan tersebut menaikkan proyeksi penjualan dan laba tahunan. Saham Spotify juga naik 8,7 persen setelah memproyeksikan laba kuartal IV di atas ekspektasi Wall Street, didukung harapan bahwa fitur berbasis AI dapat mendorong pertumbuhan pengguna. Berdasarkan data LSEG, pertumbuhan laba emiten S&P 500 pada kuartal III kini diperkirakan mencapai 32,3 persen, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 30,7 persen.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement