Kenaikan harga minyak tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz. Investor juga mulai mengantisipasi potensi tekanan inflasi akibat kenaikan biaya energi yang dapat merambat ke berbagai rantai pasok global.
Selain faktor geopolitik, pergerakan Wall Street juga dipengaruhi perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS.
Dalam pidato perdananya pada simposium Jackson Hole, Warsh menegaskan komitmen The Fed untuk mengendalikan tekanan harga yang masih persisten.
Meski tidak memberikan panduan eksplisit mengenai keputusan suku bunga berikutnya, pelaku pasar kenaikan suku bunga masih menjadi salah satu opsi untuk mencegah ekspektasi inflasi semakin tidak terkendali.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat The Fed 16 September 2026 mencapai hampir 60 persen, meningkat tajam dibandingkan sekitar 35 persen sebelum pidato Warsh.