sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Anjlok, Tertekan Saham Teknologi dan Lonjakan Harga Minyak

Market news editor Rahmat Fiansyah
17/10/2026 06:05 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (16/10/2026) akibat tekanan saham-saham AI dan lonjakan harga minyak.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (16/10/2026) akibat tekanan saham-saham AI dan lonjakan harga minyak. (Foto: FT)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (16/10/2026) akibat tekanan saham-saham AI dan lonjakan harga minyak. (Foto: FT)

Ahli Strategi Investasi Senior US Bank Wealth Management, Rob Haworth, mengatakan kenaikan harga minyak dan kekhawatiran pasar mendorong investor mengambil sikap lebih berhati-hati. Harga minyak melonjak lebih dari 3 persen akibat kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah.

"Ada ketakutan di pasar. Harga minyak yang tinggi, khususnya, cenderung menekan rasio harga terhadap laba saham. Karena itu, investor memilih berhati-hati menjelang akhir pekan daripada mengambil risiko lebih besar," ujarnya.

Kekhawatiran terhadap pembiayaan perusahaan AI juga meningkat setelah Reuters melaporkan bahwa sejumlah investor Anthropic saat ini dan calon investor tengah mempertimbangkan valuasi yang lebih rendah untuk penawaran umum perdana saham (IPO) perusahaan tersebut.

Tekanan inflasi turut menjadi perhatian setelah data inflasi konsumen dan produsen AS pekan ini melampaui ekspektasi. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga meluas melampaui komoditas energi. Pasar pun semakin memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada bulan ini. Barclays bahkan memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember dan Januari.

Di tengah tekanan pasar, musim laporan keuangan kuartal III-2026 akan semakin ramai pekan depan dengan laporan dari Tesla, Meta Platforms, dan Procter & Gamble. Analis memperkirakan laba kuartalan perusahaan-perusahaan AS secara rata-rata tumbuh lebih dari 30 persen, terutama ditopang perusahaan teknologi berkapitalisasi besar yang terkait dengan AI.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement