sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Pekan Depan: Reli Saham AI Goyah, Perhatian Beralih ke Laporan Laba Perusahaan

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
18/10/2026 06:00 WIB
Kelesuan pada sektor AI yang selama ini menjadi motor penggerak pasar, akan menguji keyakinan investor terhadap reli yang sedang berlangsung.
Wall Street Pekan Depan: Reli Saham AI Goyah, Perhatian Beralih ke Laporan Laba Perusahaan. (Foto Istimewa)
Wall Street Pekan Depan: Reli Saham AI Goyah, Perhatian Beralih ke Laporan Laba Perusahaan. (Foto Istimewa)

Perusahaan-perusahaan semikonduktor (chip) termasuk pihak yang paling diuntungkan dari lonjakan belanja modal ini, meskipun harga saham mereka belakangan ini cenderung melandai. Indeks Semikonduktor Philadelphia SE telah merosot sekitar 12 persen bulan ini, meskipun secara tahun berjalan (year-to-date) masih mencatatkan kenaikan 57 persen, dibandingkan dengan kenaikan sekitar 12 persen pada indeks S&P 500 dalam periode yang sama.

Laporan dari Lam Research dan Texas Instruments pada Rabu dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai permintaan di industri semikonduktor. Saham Lam Research telah naik 54 persen sepanjang tahun ini, sementara saham Texas Instruments naik 59 persen.

Di sisi lain, para investor akan mencermati kinerja perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk dengan nilai pasar jauh di atas USD1 triliun yakni SpaceX, serta Tesla, saham unggulan lainnya dalam pasar yang didorong oleh sektor teknologi.

Perusahaan layanan streaming Netflix, perusahaan produk konsumen Procter & Gamble, dan produsen mesin GE Aerospace termasuk di antara perusahaan-perusahaan besar lainnya yang akan merilis laporan kinerja pada pekan mendatang.

Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) dan prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve tetap menjadi perhatian utama bagi para investor saham. Data inflasi yang tinggi minggu ini meningkatkan ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lagi pada pertemuan The Fed di akhir Oktober.

Harga kontrak berjangka (futures) menunjukkan sebagian besar investor masih memperkirakan bank sentral AS tersebut akan menunggu hingga pertemuan bulan Desember untuk menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini.

"Musim laporan laba yang kembali kuat seharusnya dapat membantu pasar saham bertahan di tengah tingkat suku bunga yang sedikit lebih tinggi," kata para analis di UBS Global Wealth Management dalam sebuah catatan.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 4 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement