Selain perkembangan geopolitik dan pasar minyak, investor juga bersiap menghadapi agenda ekonomi AS yang padat sepanjang pekan ini.
Salah satu data yang menjadi perhatian utama adalah indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Agustus, yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed. Data tersebut akan menjadi petunjuk mengenai perkembangan tekanan harga di tengah kenaikan harga energi.
Investor juga akan mencermati sejumlah data pasar tenaga kerja AS yang dijadwalkan dirilis pada pekan ini. Jika data ketenagakerjaan menunjukkan kondisi yang kuat sementara inflasi tetap tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Oktober dapat semakin menguat.
Kombinasi suku bunga yang lebih tinggi, kenaikan harga minyak, serta ketidakpastian prospek belanja AI menjadi tantangan bagi valuasi saham AS menjelang musim laporan keuangan kuartal III-2026.
(DESI ANGRIANI)