Aksi korporasi ini diharapkan dapat memperbaiki keuangan perseroan. Jika pemegang saham dan pemegang MTN ikut ambil bagian, maka rasio pinjaman terhadap modal menurun sehingga struktur modal dapat membaik.
Selain itu, manajemen juga berharap partisipasi dari para pemegang saham untuk ikut ambil bagian dalam rights issue.
"Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD yang akan diperoleh, maka persentase kepemilikan sahamnya terhadap saham-saham perseroan akan terdilusi," kata manajemen WMPP.
Perseroan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Mei 2026.
Hingga akhir Februari 2026, Tumiyana menjadi pemegang saham terbesar WMPP dengan porsi 66,95 persen, diikuti oleh Red Dragon Capital Ltd 6,5 persen, dan Koperasi Konsumen Karyawan Mandiri Widodo Makmur 6,15 persen.