Keyakinan tersebut didasarkan pada pemahaman atas pentingnya upaya peningkatan pemahaman dan pelatihan terkait cybersecurity, guna menghadapi risiko yang muncul seiring besarnya peluang pertumbuhan AI di masa depan.
Karenanya, berbekal keyakinan tersebut, pihak CYBR tak ragu untuk berinvestasi maksimal dalam ceruk pasar potensial tersebut, sekaligus menjadi sumbangsih Perseroan dalam upaya perlindungan kepentingan masyarakat, di tengah massifnya penggunaan AI di berbagai sektor kehidupan.
Selain menyediakan fasilitas akademi dan pelatihan, CYBR juga disebut Pattrick memiliki AI penetration testing tool, yang diklaim dapat membantu menjangkau pasar yang jauh lebih luas dari sisi keterjangkauan layanan.
"Jadi yang sebenarnya kami lakukan adalah menyusun strategi ini tiga tahun lalu. Kami menjalankannya secara konsisten, dan sekarang waktunya untuk mulai mengimplementasikan dan memetik hasil dari kerja keras serta benih yang telah kami tanam selama bertahun-tahun," ujar Patrrick.
Melalui strategi tersebut, Pattrick pun mengaku optimistis bahwa kinerja CYBR hingga paruh pertama tahun ini, dan kemudian berlanjut pada paruh kedua, bakal semakin maksimal dan sesuai dengan harapan dan target yang telah disusun sejak awal tahun.