sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemenkes: Penderita Depresi yang Terima Layanan Kesehatan Baru 12,7 Persen

Milenomic editor Niko Prayoga
11/10/2026 17:51 WIB
Kondisi ini memperlihatkan bahwa sembilan dari 10 penderita depresi belum terjangkau layanan kesehatan yang memadai.
Kemenkes: Penderita Depresi yang Terima Layanan Kesehatan Baru 12,7 Persen. (Foto: Istimewa)
Kemenkes: Penderita Depresi yang Terima Layanan Kesehatan Baru 12,7 Persen. (Foto: Istimewa)

Untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang mengalami krisis kesehatan jiwa, Kemenkes juga telah menyiapkan layanan Healing119.id telah diakses oleh 284.916 pengguna melalui panggilan telepon maupun percakapan daring (chat).

Di sisi lain, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, dr. Imran Pambudi, menyoroti dua hambatan utama dalam penanganan individu neurodivergen, yakni keterlambatan penemuan kasus dan penolakan atau denial dari orang tua. Data Kemenkes pada triwulan III 2026 mencatat sebanyak 2.365 warga masih mengalami pemasungan akibat gangguan jiwa berat, termasuk psikosis akut dan skizofrenia.

“Orang tuanya tidak mengakui kalau anaknya itu seorang neurodivergent, sehingga mencari doctor shopping untuk memastikan atau meminta second opinion bahwa anaknya tidak neurodivergent. Akibatnya, terlambat diketahui dan ketika orang tuanya sadar, potensi terbesar anaknya sudah tidak bisa ditemukan lagi,” ungkap Imran.

Kemenkes berharap dukungan keluarga, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi individu neurodivergen. Dengan pemahaman yang tepat serta penanganan yang sesuai, setiap individu diharapkan memiliki kesempatan untuk berkembang dan berdaya sesuai dengan potensinya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement