AALI
8425
ABBA
555
ABDA
0
ABMM
1225
ACES
1315
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2740
ADHI
900
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1405
AGAR
368
AGII
1380
AGRO
2320
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
71
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4030
AKSI
420
ALDO
720
ALKA
272
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.89
0.24%
+1.12
IHSG
6132.12
0.39%
+23.86
LQ45
864.45
0.26%
+2.27
HSI
24759.28
2.22%
+537.74
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16352.18
1.04%
+167.68
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
806,781 / gram

Mau Buka Jasa Vendor? Ini Tips Sukses Merebut Hati Klien

MILENOMIC
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 30 Juli 2021 13:51 WIB
Para pelaku bisnis harus melakukan riset pendekatan klien terlebih dahulu.
Tips memikat hati klien saat membuka jasa vendor. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Banyak pekerja harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19. Tak heran kini peralihan profesi seperti membuka vendor dijadikan titik balik seseorang bekerja secara mandiri.

Dalam menjajaki profesi tersebut, ada hal yang perlu diperhatikan untuk dapat meraih hati klien serta memenangkan proyek.

Terkait hal itu, Psikolog Konsumen dan Bisnis Irfan Agia menerangkan, para pelaku bisnis harus melakukan riset pendekatan klien terlebih dahulu.

“Jadi kita harus tahu visi misi klien kita dan juga memperhatikan aktivitas terbaru mereka. Misalnya kita tahu dalam waktu terakhir ini mereka sedang launching produk apa kemudian jasa apa. Nah kita berikan perspektif terhadap aktivitas tersebut,” ujarnya secara virtual di Jakarta, Jumat (30/7/2021). 

Kemudian, perlu mengetahui kata kunci atau keyword yang sering klien gunakan. Keyword tersebut bisa terus diulang sampai pelaku bisnis melakukan pitching atau presentasi singkat terhadap proyeknya.

Dia mencontohkan, misalnya pada website atau visi misi klien sering memakai keyword ‘inovasi’. Maka pelaku bisnis bisa menawarkan solusi untuk membantu mereka menciptakan produk-produk yang inovatif.

Tips berikutnya adalah mendesain portofolio sesuai dengan kebutuhan klien. Sebab, seringkali klien memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga para pelaku bisnis perlu membuat portofolio yang beragam.

“Ini bisa jadi teknik persuasif juga. Karena pada saat kita melakukan pendekatan melalui portofolio, klien harus tahu apa yang bisa mereka dapatkan dari kita. Kita juga bisa memberikan penawaran kepada mereka secara spesifik. Nah ini bisa menjadi cara awal pendekatan yang baik,” terangnya.

Terkait pembuatan portofolio, Irfan membagikan trik supaya susunan kalimat, bahasa, dan penggunaan kata kunci dapat menggugah minat klien. Sebab menurutnya hal ini merupakan teknik persuasif yang sangat psikologis.

Susunan kalimat yang perlu diperhatikan, diantaranya:

1.Pada awal kalimat, perlu menuliskan perspektif yang hangat dibicarakan dan juga bisa memasukkan beberapa data. Seperti, ‘Apakah Anda tahu … dan berdasarkan data dari …’ . Kalimat ini secara tidak langsung menunjukkan kredibilitas pemilik vendor.

2.Bagian tengah, perlu menunjukkan kompetitor klien. Misalnya, kita bisa menerangkan bahwa kompetitor atau brand yang serupa sudah melakukan aktifitas A,B,C. Dari sini, pemilik vendor bisa menyarankan kepada klien untuk dapat mengikuti tren serta membuat inovasi baru yang berbeda dari kompetitor.

3.Pada bagian akhir, susun kalimat dengan memancing rasa penasaran. Misalnya, ‘Kalau mau mendapatkan ide yang lebih lengkap dan lebih luas mari kita berkolaborasi lebih lanjut’. Dengan ini secara psikologis akan mendorong klien untuk memenuhi rasa ingin tahu. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD