Kolaborasi ini juga memperlihatkan peran fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung proses penempatan pekerja migran. Selain memenuhi persyaratan administratif, calon pekerja perlu memperoleh pemeriksaan kesehatan yang sesuai dengan ketentuan sebelum memulai pekerjaan di negara tujuan.
Meski demikian, calon pekerja tetap perlu memastikan jenis pemeriksaan, persyaratan, biaya, dan mekanisme pendaftaran langsung kepada pihak terkait. Informasi tersebut penting agar persiapan keberangkatan dapat dilakukan dengan tepat.
Persiapan bekerja di luar negeri tidak berhenti setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap. Calon pekerja juga perlu memahami kondisi kesehatannya dan menyampaikan informasi medis yang relevan kepada tenaga kesehatan saat menjalani pemeriksaan.
Apabila memiliki keluhan kesehatan atau sedang mengonsumsi obat tertentu, calon pekerja sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis. Dengan begitu, kondisi yang dimiliki dapat dievaluasi secara tepat dan calon pekerja memperoleh arahan sesuai kebutuhannya.
Pemeriksaan kesehatan juga tidak seharusnya dipandang sebagai jaminan bahwa seseorang tidak akan mengalami gangguan kesehatan selama bekerja. Menjaga kesehatan tetap membutuhkan kebiasaan hidup yang baik, akses terhadap pelayanan medis, dan perhatian terhadap keselamatan selama menjalankan pekerjaan.
(Nadya Kurnia)