Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI, Paksi Walandouw menjelaskan, “Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Kredivo turut memperluas akses kredit bagi perempuan, dengan 48 persen pengguna yang pertama kali mengakses kredit melalui Kredivo adalah perempuan. Hal ini menjadi indikasi positif bagi inklusi keuangan, mengingat akses terhadap sumber daya ekonomi dapat memengaruhi posisi tawar perempuan, baik dalam keluarga maupun aktivitas ekonomi yang lebih luas. Dari perspektif demografi, dampak inklusi keuangan tidak hanya dilihat dari terbukanya akses pembiayaan, tetapi juga dari bagaimana akses tersebut mendukung kapasitas perempuan dalam mengelola sumber daya, menentukan pilihan ekonomi, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan secara lebih mandiri.”
Seiring dengan semakin luasnya akses kredit, penggunaan kredit yang bijak dan sesuai kemampuan finansial menjadi krusial untuk memastikan dampak positif dari inklusi keuangan. Untuk mendukung hal tersebut, Kredivo terus menerapkan prinsip responsible lending serta menjalankan berbagai inisiatif edukasi keuangan, seperti Generasi Djempolan, Kredinspirasi, #AutoMikir, #AndaiAndaPandai, dan KrediCast. Laporan yang sama mencatat bahwa 65,7 persen pengguna Kredivo tergolong well-literate secara finansial, menunjukkan tingkat pemahaman keuangan yang baik di kalangan mayoritas penggunanya. Melalui kombinasi perluasan akses yang setara, literasi keuangan, dan responsible lending, Kredivo terus mendorong terciptanya inklusi keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
“Semakin luas akses yang terbuka, semakin penting memastikan pertumbuhannya tetap sehat. Karena itu, perluasan inklusi perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan penerapan responsible lending, agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap kredit, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” tutup Indina
(Shifa Nurhaliza Putri)