AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Terbanyak di Indonesia, Penerima Kartu Prakerja di Jabar Hampir 1,5 Juta Orang 

MILENOMIC
Agung bakti sarasa
Sabtu, 27 November 2021 16:13 WIB
Penerima Kartu Prakerja di Jabar tercatat tertinggi di Indonesia dimana hampir1,5 juta orang.
Terbanyak di Indonesia, Penerima Kartu Prakerja di Jabar Hampir 1,5 Juta Orang  (Dok.MNC Media)
Terbanyak di Indonesia, Penerima Kartu Prakerja di Jabar Hampir 1,5 Juta Orang  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak di Indonesia. Hampir 1,5 juta warga Jabar menjadi peserta program Kartu Prakerja. 

Di Indonesia, total penerima Kartu Prakerja tercatat sebanyak 11.441.922 orang dari sekitar 78,87 juta pendaftar. Di Jabar sendiri, total penerima Kartu Prakerja mulai gelombang 1 hingga gelombang 22 mencapai 1.494.509 orang yang disaring dari 5.239.146 orang pendaftar. 

Adapun rincian daerah penerima Kartu Prakerja terbanyak di Jabar, yakni Kabupaten Bogor yang menempati urutan pertama sebanyak 190,796 orang, kemudian Kabupaten Bandung 128,197 orang, Kota Bandung 122,054 orang, Kota Bekasi 104,727 orang, Kabupaten Bekasi 89,067 orang, dan Kota Depok 96,999 orang. Terakhir, sebanyak 72.763 warga Kabupaten Garut menjadi penerima Kartu Prakerja dari total 262.801 orang pendaftar. 

Data tersebut terungkap dalam acara temu Alumni Kartu Prakerja yang dilaksanakan di Kampung Sumber Alam, Kabupaten Garut, Jumat (26/11) kemarin. Kabupaten Garut sendiri menjadi kota/kabupaten ke-7 penerima terbanyak Kartu Prakerja di Provinsi Jabar dan ke-16 di Pulau Jawa.

"Ini luar biasa, program prakerja mantap di Garut," ujar Bupati Garut Rudi Gunawan menanggapi warganya yang menerima kartu pekerja terbanyak dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (26/11/2021). 

Menurut Rudi, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta kepada para bupati untuk mendukung program Kartu Prakerja dan program-program pemerintah pusat lainnya, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Garut. 

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian, Mochammad Rudy Salahuddin menggantikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang berhalangan hadir dalam kegiatan itu menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Garut yang turut menyukseskan program Kartu Prakerja.

"Keterlibatan pemerintah raerah harus terus dilakukan karena sinergi antara pemerintah pusat dan Dldaerah sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program-program pemerintah yang memang diciptakan untuk mendukung masyarakat, khususnya Program Kartu Prakerja," katanya. 

Sementara itu, Nenden Farida Ukus (42), salah satu peserta Program Kartu Prakerja di Kabupaten Garut menyampaikan terima kasih pada pemerintah, khususnya Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Menurutnya, dengan adanya Program Kartu Prakerja, dia dapat memulai kembali usahanya meski kecil-kecilan setelah terdampak pandemi COVID-19. 

"Saya sangat terbantu dengan Prakerja dan perhatian dari Pak Menteri," ujar Nenden mewakili empat alumni lain yang hadir dalam acara temu Alumni Kartu Prakerja itu. 

Setelah dua kali gagal, lanjut Nenden, dia akhirnya  lolos Program Kartu Prakerja gelombang 21 dan masih akan mendapat insentif dua tahap lagi. Nenden mengaku kembali memiliki rasa percaya diri setelah usahanya gulung tikar akibat pandemi.

Sebelumnya Nenden membuka usaha toko kelontong, namun karena situasi pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tokonya sepi, sehingga dia harus mengalihkan bisnisnya dengan berjualan secara daring.

Berbekal latar belakang pendidikan tata boga dan pelatihan mengolah makanan sehat bagi juru masak dan insentif yang dia dapatkan dari Kartu Prakerja, Nenden pun berani mencoba untuk berjualan bolu dan kolak.

"Saya mendapat ilmu bagaimana mengolah makanan secara higienis dan kualitas gizi terjaga. Pemasaran usaha kulinernya saya lakukan secara daring melalui Facebook dan WhatsApp," ujar Nenden. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD