“Dengan menggabungkan kekuatan IPB dalam agribisnis dan ilmu pertanian dengan keunggulan riset University of Melbourne, kami membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan yang dihadapi Indonesia,” tambah Professor Irfan.
Sementara itu, Dean of Agricultural Technology UGM, Professor Eni Harmayani, menyoroti bagaimana kolaborasi internasional dapat memperluas pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat kapasitas menghadapi tantangan di sektor pertanian dan pangan.
“Di UGM, kami berkomitmen untuk mempersiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks di bidang pertanian, teknologi pangan, dan industri agri-food, sekaligus mendorong keberlanjutan dan inovasi.” ucap Professor Eni.
Kemitraan dengan University of Melbourne ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa UGM untuk memperoleh pendidikan berstandar global, pengalaman lintas budaya, serta kolaborasi riset yang akan memperkuat kapasitas mereka untuk menjadi pemimpin masa depan di sektor pertanian.
“Program ini mencerminkan visi bersama kami dalam mendorong inovasi dan keunggulan melalui kolaborasi internasional. Kami berharap dapat terus memperluas riset bersama, pertukaran akademik, serta kemitraan jangka panjang yang akan memberikan dampak positif bagi kedua negara dan berkontribusi terhadap sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan,” tutup Professor Eni.
(Nadya Kurnia)