Bandara di wilayah terdampak turut mendukung operasi melalui penyediaan area parkir pesawat dan helikopter, prioritas slot penerbangan, serta pendataan sumber air dan ketersediaan bahan bakar.
Kemenhub juga mengungkapkan sejumlah maskapai telah membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan pada 22–25 Oktober 2026, terutama pada rute dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, dan Singkawang.
Lukman mengimbau penumpang untuk memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan bandara karena jadwal dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca dan jarak pandang.
Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan diminta segera menghubungi maskapai terkait untuk memperoleh informasi mengenai penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian biaya tiket (refund).
(Dhera Arizona)