Teknik ISR bertujuan mengangkat kanker dengan tetap mempertahankan fungsi anus apabila kondisi pasien memungkinkan. Dengan pendekatan ini, dokter berupaya menjaga kualitas hidup pasien setelah operasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan keberhasilan pengangkatan kanker.
“Pada kanker rektum, kami berupaya mempertahankan fungsi organ bila kondisi memungkinkan. Namun, keamanan pasien dan pengangkatan kanker sesuai prinsip medis tetap menjadi prioritas,” ujar dr. Eko.
Tidak semua pasien kanker rektum dapat menjalani prosedur yang sama. Jenis tindakan ditentukan berdasarkan lokasi dan karakteristik tumor, kondisi pasien, serta hasil evaluasi tim medis.
Selain kanker usus dan rektum, sejumlah tumor di area saluran pencernaan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks. Contohnya, tumor tertentu pada kepala pankreas, saluran empedu, atau usus dua belas jari.
Salah satu prosedur yang dapat digunakan untuk menangani kondisi tersebut adalah operasi Whipple. Tindakan ini melibatkan pengangkatan bagian organ yang terdampak, kemudian dilanjutkan dengan penyambungan kembali saluran pencernaan agar fungsinya dapat berjalan.