Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto memastikan, layanan kesehatan di wilayah terdampak karhutla tidaklah terdampak. Hal itu dilandasi oleh para nakes yang telah melakukan upaya preventif terhadap paparan asap karhutla.
"Karena kami kan bekerja, tenaga medis menggunakan masker N95. Kita melakukan tugas setiap hari melayani masyarakat dan di IDI cabang, IDI wilayah, kami di IDI aktif membagikan masker untuk masyarakat," ucap Slamet.
"Obatnya cuma satu: masker, gitu aja. Jadi kalau masyarakat ada gangguan pernapasan, ya harus secepatnya ke dokter," tambahnya.
Slamet pun menegaskan bahwa belum ada laporan dokter terdampak karhutla. "Sampai hari ini belum ada laporan yang signifikan, ya, dan para tenaga kesehatan, utamanya dokter, masih aktif melayani pasien dengan menggunakan masker," pungkasnya.
(Nadya Kurnia)