sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AS Akan Tembaki Kapal Iran yang Menanam Ranjau di Selat Hormuz

News editor Kunthi Fahmar Sandy
24/04/2026 07:55 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran pada hari Selasa.
AS Akan Tembaki Kapal Iran yang Menanam Ranjau di Selat Hormuz (FOTO:iNews Media Group)
AS Akan Tembaki Kapal Iran yang Menanam Ranjau di Selat Hormuz (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran pada hari Selasa, namun ketegangan meningkat karena aktivitas angkatan laut di dalam dan sekitar Selat Hormuz.

Dilansir dari laman Investing Jumat (24/4/2026), Militer AS mengatakan telah menahan sebuah kapal tanker minyak yang berafiliasi dengan Iran. Departemen Pertahanan mengungkap rekaman yang diduga pasukan Amerika di dek kapal di Samudera Hindia. 

Sementara itu, Iran juga mengungkapkan sebuah video yang tampaknya menunjukkan tentaranya menaiki kapal kargo di dekat selat tersebut.

Teheran sebelumnya menyerang tiga kapal di selat tersebut pada hari Rabu, dan menyita dua di antaranya. Adapun titik fokus ketegangan adalah blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran. Komando Pusat AS pada hari Kamis pun telah mengalihkan 33 kapal sejak dimulainya blokade.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut blokade itu sebagai "tindakan perang," sementara Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan "gencatan senjata total hanya masuk akal" jika "tidak dilanggar oleh blokade maritim."

Trump pada hari Kamis mengatakan dia telah memerintahkan angkatan laut AS untuk "menembak dan membunuh kapal apa pun" yang "menempatkan ranjau di perairan Selat Hormuz."

"Selain itu, kapal penyapu ranjau kami sedang membersihkan Selat saat ini. Dengan ini saya memerintahkan aktivitas itu untuk dilanjutkan, tetapi dengan tiga kali lipat!" kata presiden di layanan media sosial Truth miliknya.

Dalam unggahan lain, Trump juga mengatakan AS memiliki "kendali penuh" atas selat tersebut dan bahwa "tidak ada kapal" yang dapat "masuk atau keluar" tanpa persetujuan Amerika. "Selat itu 'tertutup rapat,' sampai Iran mampu membuat KESEPAKATAN!!!" kata presiden.

Kemudian pada hari itu, Trump kembali mengunggah, mengatakan kesepakatan dengan Iran "hanya akan dibuat ketika itu tepat dan baik untuk Amerika Serikat, Sekutu kita, dan, pada kenyataannya, seluruh dunia."

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement