IDXChannel - Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan bea masuk penyeimbang yang tinggi terhadap sel dan panel surya dari Indonesia, India, dan Laos.
Dilansir dari Reuters pada Jumat (27/2/2026), kementerian itu mendukung gugatan yang diajukan produsen sel dan panel surya AS.
Penyelidikan yang dilakukan departemen itu menemukan bahwa perusahaan-perusahaan yang beroperasi di ketiga negara tersebut menerima subsidi dalam jumlah besar. Hal ini membuat produk AS tidak kompetitif.
Tingkat tarif penyeimbang setara dengan jumlah subsidi yang diterima produk asal ketiga negara. Pemerintah AS menghitung tingkat subsidi umum sebesar 125,87 persen untuk impor dari India, 104,38 persen untuk impor dari Indonesia, dan 80,67 persen untuk impor dari Laos.
Impor produk energi surya dari ketiga negara tersebut mencapai USD4,5 miliar di AS pada 2025, sekitar dua per tiga dari total.