"Sekitar 468 wisatawan dan pelancong belum dapat dihubungi, di antaranya 75 adalah warga Nepal," kata Juru Bicara Departemen Wisata Nepal, Suraj Ghimire, kepada AFP.
Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (AS), bencana tersebut disebabkan runtuhnya gletser.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau perkembangan situasi pasca banjir bandang yang terjadi Rabu kemarin di wilayah perbatasan Nepal–Tibet.
"Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah dalam pernyataannya.
"Terdapat sekitar 45 WNI di Nepal, yang mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan," katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)