Namun demikian akhirnya upaya pemadaman berhasill memadamkan api pada hari Rabu 14 Oktober 2026 pukul 11.45. Petugas kemudian melakukan pemantauan hingga malam dan memastikan sudah tidak api maupun asap lagi.
Pada Kamis 15 Oktober 2026, pukul 09.20 dari Posko Karhut Cemoro Lawang terlihat asap tebal di lokasi hari sebelumnya. Empat petugas jaga segera menuju lokasi dan berusaha memadamkan.
Mengingat besarnya api, petugas meminta tambahan dukungan personil yang kemudian meluncur menuju lokasi termasuk petugas dari pemegang Perijinan Berusaha Sarana Wisata Alam (PSWA) PT Mitra Indo Permai (MIP), dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk melakukan penyekatan terhadap api yang menjalar masuk di kawasan Mentigen, Kabupaten Probolinggo.
“Tim kemudian dibagi 2 regu di sebelah kiri dan kanan api untuk melakukan penyekatan agar api tidak meluas. Sekitar pukul 13.00 WIB, tiba-tiba angin kondisi kebakaran disertai angin kencang menyebabkan enam personel terjebak di tengah api yang menyala. Lima personel lainnya berhasil menyelamatkan diri karena lokasinya berlawanan dengan arah api,” katanya.
Setelah api mereda dilakukan upaya pencarian terhadap petugas yang terjebak, dan pada pukul 13.30 WIB tiga personel ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ketiganya yakni Sukaris, PNS Operator Layanan Operasional pada Seksi PTN Wilayah I, Bidang PTN Wilayah I, BB TNBTS Kemenhut; Wisnu Yuda Pratama, staf PT Mitra Indo Permai; Sefriel Ardiansyah, staf PT Mitra Indo Permai. Serta satu personel terluka parah kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah Tongas untuk dilakukan perawatan intensif.
“Namun demikian setelah dirawat sekitar 3 jam, yang bersangkutan atas nama Hendra Rony Wagiyanata, Manggala Agni TNBTS Kementerian Kehutanan dinyatakan meninggal dunia,” tulis keterangan tersebut.
Korban meninggal dievakuasi bersama dengan pihak Polres Probolinggo dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Tongas untuk proses visum. Sementara itu, dua personel lainnya mengalami luka bakar berat.