IDXChannel - Konflik antara AS dan Iran memanas selama akhir pekan, setelah Teheran mengklaim adanya serangan baru terhadap sebuah kapal nirawak (drone boat) yang dioperasikan AS dan beberapa kapal komersial, yang kian memperluas konfrontasi di Selat Hormuz sehingga menyusul serangan Washington terhadap tiga kapal tanker minyak Iran, demikian dilaporkan Al Jazeera pada hari Minggu.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan, pasukan angkatan lautnya menyerang sebuah kapal nirawak (drone boat) AS yang dikendalikan dari jarak jauh sedang berupaya memasuki wilayah terlarang di selat tersebut. Klaim ini muncul setelah terjadinya baku tembak pada hari Sabtu, di mana IRGC telah meluncurkan rudal balistik ke arah kapal induk dan kapal perusak Angkatan Laut AS.
Dilansir dari laman Investing Senin (7/9/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa kapal-kapal perang AS berhasil menghindari rudal-rudal tersebut dan tidak ada personel yang terluka.
Washington pun merespons dengan menyerang tiga kapal pengangkut minyak mentah Iran; serangan ini melumpuhkan secara permanen M/T Downy dan M/T Stark 1, serta menghancurkan M/T Kylo yang sedang dalam keadaan kosong (tanpa muatan) di Teluk Oman. CENTCOM kemudian mengonfirmasi bahwa kapal Kylo telah tenggelam.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth memperingatkan, serangan Iran terhadap kapal-kapal AS akan dibalas dengan penghancuran kapal tanker minyak Iran, sebuah langkah yang meningkatkan kemungkinan adanya tekanan lebih lanjut terhadap ekspor energi Teheran.
Secara terpisah, IRGC menyatakan telah menyerang tiga kapal tanker minyak yang melintasi rute yang mereka sebut sebagai jalur "tidak sah" di Selat Hormuz, serta tiga kapal yang berafiliasi dengan AS di lokasi lain.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan AS tersebut dan memperingatkan Washington bahwa mitra-mitranya akan memikul tanggung jawab atas eskalasi lebih lanjut.
(kunthi fahmar sandy)