Dia juga menegaskan telah menerjunkan pasukan darat, udara, hingga relawan untuk memadamkan karhutla.
"Pasukan darat termasuk relawan berjibaku tak mengenal waktu. Peralatan udara senua dikerahkan meskipun karakteristik gambut berbeda dengan tanah mineral," kata dia.
Lebih lanjut, Prasetyo menekankan bahwa penegakan hukum juga telah dikerjakan bahkan dengan sanksi yang paling berat termasuk cabut izin korporasi yang terlibat karhutla.
Selain itu, kata Prasetyo, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus digencarkan, termasuk menggunakan metode baru yakni dengan dry ice.
"Edukasi terus menerus dilakukan karena faktor utama kebakaran itu karena ada faktor manusianya. OMC-OMC terus dilakukan termasuk dengan metode baru dry ice," katanya.
Prasetyo juga membeberkan operasi penanganan karhutla di sejumlah daerah. Hingga Selasa (20/10/2026) pukul 06.00 WIB, operasi tersebut berlangsung di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.