IDXChannel - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, kembali mengalami erupsi pada Jumat (9/10/2026) malam. Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami tujuh kali erupsi sejak pukul 16.30 hingga 18.45 WIB.
Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terbaru terjadi pada pukul 18.45 WIB.
"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Jumat, 09 Oktober 2026, pukul 18:45 WIB," tulis keterangan yang diterbitkan melalui laman magma.esdm.go.id.
Meski demikian, visual letusan Gunung Anak Krakatau tidak teramati. Erupsi tersebut hanya terekam di seismograf.
"Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 54 mm dan durasi 22 detik," tutup keterangan tersebut.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat tidak mendekati gunung api tersebut atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Lembaga tersebut mencatat erupsi pertama terjadi pada pukul 16.17 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu, coklat, hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut," tulis PVMBG dalam keterangannya.
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 39 milimeter dan durasi sekitar 3 menit 46 detik. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.
Selanjutnya, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada pukul 16.30 WIB. Pada erupsi kedua ini, tinggi kolom abu teramati sekitar 150 meter di atas puncak atau 307 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat, hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara, timur laut, serta barat. Erupsi kedua terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 56 milimeter dan durasi sekitar 36 detik.
PVMBG menyatakan Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.
"Masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif," imbau PVMBG. (Febrina Ratna Iskana)