IDXChannel - Indeks harga pangan global naik 1,9 persen pada Agustus 2026, menyentuh level tertinggi sejak akhir 2022.
Dilansir dari Gulf News pada Senin (7/9/2026), Indeks Harga Pangan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) naik menjadi 133,3 bulan lalu dari 130,8 sebulan sebelumnya.
Kelima kelompok komoditas pangan yang tercakup dalam indeks tersebut mencatat kenaikan bulan lalu, meskipun besarnya kenaikan bervariasi.
“Kenaikan harga pangan global pada Agustus merupakan peringatan bahwa premi risiko kembali ke pasar pangan: guncangan iklim, ketegangan geopolitik, dan gangguan logistik perdagangan menghambat pasokan," kata Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero.
Harga gula mencatat kenaikan bulanan terbesar. Indeks Harga Gula FAO naik 11,9 persen ke level tertinggi sejak Juni 2025.
Cuaca panas dan kering yang terus-menerus menyebabkan perkiraan hasil panen bit gula yang lebih rendah di Uni Eropa, sementara El Nino memengaruhi prospek produksi di Asia.
Harga serealia naik 2,2 persen dari Juli, level tertinggi sejak Mei 2024. Harga internasional naik untuk semua jenis biji-bijian utama.
Harga gandum global naik 2,6 persen selama Agustus. FAO mengaitkan kenaikan tersebut dengan gangguan yang terus-menerus pada ekspor dari Laut Hitam, prospek produksi yang lebih lemah di beberapa bagian Eropa menyusul cuaca panas dan kering, dan dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah.
Harga jagung internasional naik 2,5 persen bulan lalu, di tengah kekhawatiran atas hasil panen di Sabuk Jagung AS dan Uni Eropa.
Permintaan yang kuat dari sektor etanol dan pakan ternak, serta terganggunya ekspor asal Ukraina, juga mendorong harga jagung.
Harga beras naik sebesar 0,5 persen, didukung oleh pergerakan mata uang, pembelian dari negara-negara Asia dan Afrika, serta ekspektasi pasokan yang lebih ketat. (Wahyu Dwi Anggoro)