Sugiono juga menyampaikan keprihatinannya atas pengambilalihan Pusat Pelatihan Kalandia milik UNRWA di Yerusalem Timur oleh tentara bersenjata Israel pada Agustus lalu, ketika sekitar 20 staf UNRWA diusir paksa dari lokasi tersebut.
Pusat pelatihan yang didirikan pada 1952 itu merupakan fasilitas pelatihan teknis dan kejuruan pertama UNRWA bagi pengungsi muda Palestina.
“Tindakan ini menghambat operasional badan tersebut dan melanggar prinsip inviolabilitas properti PBB berdasarkan hukum internasional. Hal ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” ujar Sugiono.
Sugiono juga mendorong negara-negara lain untuk meningkatkan dukungan terhadap UNRWA. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah penghormatan penuh terhadap mandat UNRWA yang didukung oleh komitmen kolektif untuk mempertahankan tugasnya.
“Indonesia akan terus berdiri bersama UNRWA dan mendukung mandat yang diamanatkan kepada UNRWA,” kata Sugiono.
(Dhera Arizona)