Untuk mempercepat penemuan kasus, Kemenkes berencana memperluas penggunaan peralatan skrining TBC, termasuk portable X-ray dan mobile X-ray.
Budi menyebut saat ini pemerintah telah memiliki sekitar 400 hingga 500 unit peralatan tersebut dan akan menambah jumlahnya secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, pemerintah berencana mendistribusikan alat pemeriksaan molekuler ke 10.000 puskesmas. Alat ini dapat membantu memastikan keberadaan bakteri TBC melalui pemeriksaan sampel dahak pasien yang dicurigai terinfeksi.
Menurut Budi, pemeriksaan yang lebih mudah diakses diharapkan membantu mempercepat diagnosis sehingga pasien bisa segera mendapatkan penanganan.
Kemenkes juga menjalankan terapi pencegahan TBC bagi orang-orang yang berisiko tertular, termasuk anggota keluarga yang tinggal bersama pasien. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan penularan di lingkungan rumah.
(Nadya Kurnia)