sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Intip Bocoran Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Ditandatangani pada Jumat

News editor Kunthi Fahmar Sandy
17/06/2026 06:58 WIB
Presiden AS Donlad Trump pada hari Selasa mengatakan teks MoU kesepakatan damai antara AS-Iran akan dirilis pada hari Jumat.
Intip Bocoran Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Ditandatangani pada Jumat (FOTO:iNews Media Group)
Intip Bocoran Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Ditandatangani pada Jumat (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden AS Donlad Trump pada hari Selasa mengatakan teks MoU kesepakatan damai antara AS-Iran akan dirilis pada hari Jumat. 

Dilansir dari laman Investing Rabu (17/6/2026), setelah penandatanganan, presiden mengatakan tahap kedua negosiasi akan dimulai dan berlangsung selama 60 hari. "Iran ingin menyelesaikannya. Mereka harus kembali berbisnis. Jadi saya pikir ini akan berjalan cukup cepat," kata Trump kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa MoU tersebut adalah dokumen yang sangat penting dan merupakan benteng terhadap Iran untuk mendapatkan senjata nuklir. MoU tersebut juga mencakup penghapusan blokade angkatan laut Amerika yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran.

Detail lain tentang perjanjian tersebut masih minim dan ada beberapa klaim yang kontradiktif tentang isinya. Sementara Trump bersikeras bahwa MoU tersebut menyatakan bahwa Teheran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. 

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa diskusi tentang komitmen nuklir negara tersebut masih umum pada tahap ini. Mereka juga menyebut, Iran belum memasuki tahap negosiasi terperinci tentang masalah nuklir.

Namun, salah satu bagian inti dari perjanjian tersebut adalah bahwa (Badan Energi Atom Internasional) dan Amerika Serikat akan membantu Iran menghancurkan persediaan uranium. "Dan itu adalah sesuatu yang dijelaskan dengan sangat jelas dalam MoU," kata Wakil Presiden AS JD Vance kepada NBC News sebelumnya.

Laporan media juga mengatakan bahwa perjanjian tersebut mencakup rencana untuk dana swasta sebesar USD300 miliar untuk memicu investasi di Iran, namun dana tersebut terpisah dari negosiasi mengenai aset Iran yang dibekukan. Tetapi Trump menyebutnya "berita palsu."

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement