Araqchi menyatakan bahwa Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam waktu enam hari setelah Washington menerima tawaran dari Teheran tersebut.
Adapun penutupan Selat Hormuz telah menjadi masalah serius bagi ekonomi global, mengingat jalur perairan tersebut memasok sekitar 20 persen dari konsumsi minyak dunia sebelum konflik terjadi.
Salah satu dampak dari konflik kedua negara yaitu harga minyak tetap tinggi karena penutupan Selat Hormuz yang terus berlanjut.
Meskipun arus pelayaran melalui Selat Hormuz sempat menunjukkan perbaikan pada September, Iran meningkatkan serangannya terhadap kapal-kapal pada Oktober, yang kembali menghambat arus pelayaran tersebut.
(Febrina Ratna Iskana)