sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Iran Dikabarkan Kembali Tutup Selat Hormuz usai Israel Serang Lebanon

News editor Wahyu Dwi Anggoro
09/04/2026 09:12 WIB
Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz menyusul berlanjutnya serangan militer Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.
Iran Dikabarkan Kembali Tutup Selat Hormuz usai Israel Serang Lebanon. (Foto: X/@disclosetv)
Iran Dikabarkan Kembali Tutup Selat Hormuz usai Israel Serang Lebanon. (Foto: X/@disclosetv)

IDXChannel - Iran dikabarkan kembali menutup Selat Hormuz menyusul berlanjutnya serangan militer Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.

"Pelayaran kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz telah dihentikan menyusul serangan Israel terhadap Lebanon," kata kantor berita semi-pemerintah Fars di platform media sosial X.

Dilansir dari The Hill pada Kamis (9/4/2026), laporan tersebut muncul hanya sekitar sehari setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu.

Iran menegaskan bahwa dihentikannya serangan Israel di Lebanon merupakan salah satu poin dalam kesepakatan gencatan senjata. Washington dan Tel Aviv membantah hal tersebut.

Ketika ditanya tentang laporan dari kantor berita Fars, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan bahwa berita tersebut palsu.

"Kita telah melihat peningkatan lalu lintas di selat hari ini," kata Leavitt.

Selain serangan Israel di Iran, Teheran juga menuduh AS melakukan sejumlah pelanggaran lainnya, termasuk isu terkait pengayaan uranium.

“Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit: AS harus memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak dapat memiliki keduanya,” kata Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi di platform media sosial X.

“Dunia melihat pembantaian di Lebanon. Bola ada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai komitmennya," kata Araghchi.

Iran dan AS dijadwalkan melakukan negosiasi untuk kesepakatan yang bersifat permanen di Pakistan pada Jumat. Sumber-sumber mengatakan bahwa Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Muhammad Bagher Ghalibaf akan memimpin delegasi negaranya.

 (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement