IDXChannel—International Air Transport Association (IATA) memperingatkan pelaku industri penerbangan bahwa pemulihan harga avtur memerlukan waktu berbulan-bulan sekalipun Selat Hormuz telah dibuka.
Pemulihan harga yang cukup lama ini disebabkan oleh kerusakan fasilitas pengolahan dan penyimpanan bahan bakar minyak di beberapa negara Timur Tengah akibat serangan udara selama perang Iran-AS berlangsung.
Melansir Reuters (8/4/2026), Direktur IATA Willie Walsh mengatakan meskipun dia memperkirakan harga minyak mentah menurun, harga avtur akan tetap naik karena kerusakan fasilitas penyulingan.
“Kalau (Selat Hormuz) dibuka dan tetap terbuka seterusnya, saya kira akan memerlukan waktu beberapa bulan sampai produksi avtur dapat kembali seperti sedia kala, mengingat kondisi beberapa fasilitas rusak di Timur Tengah,” tuturnya.
Dia juga mengatakan hambatan pasokan bahan bakar dunia yang terjadi saat ini tidak dapat dibandingkan dengan situasi pandemi Covid-19. Sebab saat pandemi, produksi menurun karena kapasitasnya memang diturunkan.