sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Selat Hormuz Dibuka, IATA Peringatkan Pemulihan Harga Avtur Tetap Butuh Waktu

News editor Kurnia Nadya
08/04/2026 15:48 WIB
Pemulihan harga avtur memerlukan waktu karena fasilitas produksi di Timur Tengah banyak yang rusak akibat serangan udara.
Selat Hormuz Dibuka, IATA Peringatkan Pemulihan Harga Avtur Tetap Butuh Waktu. (Foto: Pertamina)
Selat Hormuz Dibuka, IATA Peringatkan Pemulihan Harga Avtur Tetap Butuh Waktu. (Foto: Pertamina)

Menurut Walsh, situasi produksi minyak dunia saat ini lebih mirip dengan penurunan produksi pada 2008-2009, atau dengan situasi pasca-serangan 9/11. 

“Saat Covid-19, kapasitas produksi menurun 95 persen karena perbatasan ditutup. Sekarang ini kondisinya tidak seperti itu. Pasca-9/11, pemulihan produksi memerlukan waktu sekitar empat bulan. Pada krisis 2008-2009, pemulihannya kira-kira 10-12 bulan,” katanya. 

Sejak perang Iran-AS meletus, banyak maskapai penerbangan di Asia mengurangi frekuensi penerbangan seiring pasokan bahan bakar dunia yang kian tertekan dari hari ke hari. Industri penerbangan adalah salah satu yang cukup terdampak. 

Harga avtur umumnya akan naik beriringan dengan kenaikan harga minyak mentah, tetapi kenaikan harga avtur ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga minyak mentah yang telah membengkak 50 persen sebelum gencatan senjata. 

Lebih lanjut, Walsh mengatakan goncangan pada kapasitas penerbangan maskapai Timur Tengah bersifat sementara saja. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement