Iran menyatakan diri sebagai satu-satunya pengendali selat itu. Di sisi lain, AS berupaya membuka rute alternatif di jalur maritim tersebut, yang memicu kembali pertempuran antara kedua negara.
Selat Hormuz berada di antara Iran dan Oman. Sebelum perairan itu ditutup akibat pecahnya perang antara AS-Israel dan Iran pada Februari, jalur maritim tersebut dilewati 20 persen ekspor minyak dan gas dunia.
Iran menyatakan pihaknya hanya melakukan pembicaraan dengan Oman, meski Presiden Donald Trump bersikukuh AS juga ikut serta dalam negosiasi tersebut.
Trump selama ini bersikeras bahwa Selat Hormuz harus kembali normal tanpa pungutan biaya atau hambatan lainnya. Dia mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran jika jalur tersebut gagal dibuka.
Harga minyak berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan minggu ini, karena para pedagang memantau prospek kesepakatan. Brent ditutup di atas USD83 per barel, mencatat kerugian mingguan ketiga berturut-turut.