sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Jakpro Gandeng Anak Muda Bahas Pengembangan dan Masa Depan Kawasan LRT Jakarta

News editor Tim IDXChannel
30/10/2026 14:56 WIB
Sejumlah kawasan yang berpotensi dikembangkan dengan konsep tersebut antara lain Manggarai, Pulo Mas, JIS, dan Kelapa Gading.
LRT
LRT

IDXChannel - Pengembangan LRT Jakarta akan dilanjutkan hingga kawasan Dukuh Atas pada 2027. Perluasan jaringan ini diharapkan memperkuat integrasi transportasi umum sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat di Ibu Kota.

Direktur Proyek LRT Jakarta Ramdani Akbar mengatakan, saat ini jalur LRT Jakarta telah beroperasi dari Kelapa Gading hingga Manggarai. Pemprov DKI Jakarta kemudian menugaskan kembali PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk melanjutkan pembangunan jalur menuju Dukuh Atas.

"Jadi pada saat ini, LRT Jakarta itu baru sampai Manggarai yang sebelumnya, nanti di tahun 2027 kita lanjut lanjut lagi sekitar 2 km sampai dukuh atas," kata Ramdani, Kamis (29/10/2026).

Selain menuju Dukuh Atas, pengembangan jaringan LRT Jakarta juga direncanakan mengarah ke Jakarta International Stadium (JIS) dan Halim. Rencana tersebut merupakan bagian dari roadmap pengembangan jaringan LRT dalam jangka panjang.

Ramdani menjelaskan, pengembangan LRT juga akan mendukung kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD). Konsep ini mengintegrasikan transportasi umum dengan pusat aktivitas masyarakat.

Sejumlah kawasan yang berpotensi dikembangkan dengan konsep tersebut antara lain Manggarai, Pulo Mas, JIS, dan Kelapa Gading. Ia berharap perluasan jaringan tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

"Saya berharap agar masyarakat semakin tertarik dengan menggunakan public transport LRT kemudian juga kita harus yakin bahwa Pemprov DKI sangat memikirkan warganya gitu ya dengan pengembangan LRT Jakarta, MRT dan transportasi lain begitu juga menambahkan layanan gratisnya buat warga DKI," katanya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta Aris Setiawan Yodi mengatakan, pengembangan transportasi umum di Jakarta juga diikuti dengan kebijakan yang ditujukan untuk meringankan beban masyarakat.

Salah satunya, rencana perluasan penerima fasilitas transportasi umum gratis dari sebelumnya 15 golongan menjadi 21 golongan pada 2027. Pencari kerja di Jakarta termasuk kelompok yang direncanakan memperoleh fasilitas tersebut.

"Jadi orang yang mencari kerja di Jakarta mulai tahun 2027 nanti gratis naik LRT Jakarta, Transjakarta dan MRT Jakarta nanti mekanisme detailnya memang sedang dimatangkan tapi Pak Gubernur sudah sampaikan itu, ini begitu supportifnya Pak Gubernur untuk masyarakat Jakarta," kata Aris.

Menurut Aris, fasilitas tersebut dapat membantu masyarakat yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mencari pekerjaan, termasuk menghadiri wawancara kerja di kawasan yang jauh dari tempat tinggal.

Ia juga mengajak masyarakat menyampaikan masukan kepada Pemprov DKI Jakarta terkait kekurangan dalam layanan transportasi umum agar kualitas pelayanan dapat terus ditingkatkan.

Selain itu, ia turut menyinggung survei terbaru majalah perjalanan internasional Time Out yang dirilis Selasa (13/10/2026). Dalam survei tersebut, Jakarta menempati peringkat ke-15 kota dengan transportasi publik terbaik, naik dua posisi dibandingkan 2025 yang berada di peringkat ke-17.

Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Provinsi DKI Jakarta Akmal Budi Yulianto menilai, penggunaan transportasi umum dapat membantu masyarakat mengatur pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah meningkatnya biaya perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

"Jadi kita nih sekarang udah gausah malu misalnya jadi harus ada kebanggan kalau kita naik transportasi umum, dan transportasi umum kita enggak jelek masalahnya," kata Akmal.

Meski demikian, Akmal menilai akses menuju stasiun masih menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan agar masyarakat semakin mudah beralih ke transportasi umum.

"Ini jaman udah beberapa, memang tinggal mungkin aset-aser menuju stasiun dari yang terdekat itu tantangan di situ," katanya.

Menurut Akmal, kemudahan akses menuju stasiun perlu menjadi perhatian agar penggunaan transportasi umum tidak hanya bergantung pada ketersediaan jalur dan layanan, tetapi juga kenyamanan masyarakat dalam menjangkau stasiun.

Halaman : 1 2 3 4
Berita Rekomendasi

Berita Terkait
Advertisement
Advertisement