IDXChannel - Lumpuhnya jalur pipa Timur-Barat Arab Saudi berpotensi mengakibatkan hilagnya hingga empat persen pasokan global.
Dilansir dari Business Standard pada Senin (14/9/2025), penurunan pasokan minyak global akan semakin mengerek harga bakan bakar, tingkat inflasi, dan imbal hasil obligasi pemerintah di seluruh dunia.
Sejak serangan drone memaksa Arab Saudi untuk menutup jalur pipa minyak East-West pada Jumat, Riyadh belum memberikan rincian lengkap tentang skala kerusakan atau seberapa lama infrastruktur tersebut akan nonaktif.
Sumber yang berbicara kepada Reuters memberikan perkiraan yang berbeda-beda, dengan satu sumber mengatakan kerusakan tersebut dapat memakan waktu hingga lima hingga enam minggu untuk diperbaiki, sementara sumber lain mengatakan kerusakan tersebut dapat diperbaiki lebih cepat dan pemompaan dapat dilanjutkan sebagian sementara perbaikan sedang berlangsung.
Jalur pipa minyak East-West menghubungkan pusat produksi minyak di kawasan Teluk dengan kota pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Selama enam bulan terakhir, jalur pipa itu digunakan untuk mengalihkan sebagian ekspor minyak Arab Saudi dari kawasan Teluk ke Laut Merah, di tengah ditutupnya Selat Hormuz akibat perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Arab Saudi menggunakan jalur pipa tersebut untuk mengalihkan sekitar empat juta barel per hari, sekitar empat persen dari pasokan minyak global, dari kawasan Teluk ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Selain serangan terhadap jalur pipa, ekspor minyak Arab Saudi juga terhambat blokade laut oleh pejuang Houthi di Yaman. Kelompok itu makin leluasa mengendalikan lalu-lintas pelayaran di selatan Laut Merah setelah merebut wilayah di dekat Selat Bab al-Mandeb. (Wahyu Dwi Anggoro)