"Operasi yang tergabung dalam satuan tugas udara ini dimulai sejak 16 September 2026 lalu. Pengeboman air dilakukan dengan armada Chinook di wilayah Kalimantan Barat, seperti Pontianak dan Ketapang. Bantuan tersebut merupakan pertama kalinya militer Jepang melakukan operasi pemadaman karhutla pada misi luar negeri," tuturnya.
Dia menambahkan, kapal pengangkut Chinook dan personel bertolak dari Pelabuhan Kure di Prefektur Hiroshima pada 30 Agustus 2026 dan tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 10 September 2026.
Bantuan militer Jepang ini merupakan wujud konkret kerja sama antara Kementerian Pertahanan dua negara untuk memperluas operasi pertahanan, termasuk latihan militer dan operasi kemanusiaan. (Febrina Ratna Iskana)