Ketiga, Notam B0815/26 yang menginformasikan tidak tersedianya Taxiway Alpha di Bandar Udara Banjarmasin akibat aktivitas pesawat yang menjalankan misi water bombing.
Sementara itu, satu Notam lainnya berkaitan dengan dampak karhutla terhadap operasional bandar udara. Notam C0977/26 menginformasikan penutupan sementara Bandar Udara Nabire akibat kondisi asap yang berasal dari kebakaran hutan.
"Pengaturan tersebut diperlukan untuk menjaga keselamatan pesawat yang terlibat dalam kegiatan water bombing maupun penerbangan lainnya," ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (23/8/2026).
Selain mengatur ruang udara, Ditjen Perhubungan Udara juga terus memantau kondisi operasional penerbangan di wilayah yang terdampak karhutla.
Koordinasi dilakukan dengan AirNav Indonesia selaku penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan untuk memastikan informasi penerbangan yang tersedia tetap akurat dan terkini.