sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemenhut Lanjutkan Penanganan Pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara

News editor Kunthi Fahmar Sandy
05/01/2026 15:22 WIB
Hingga hari ke-15 pelaksanaan penanganan kayu difokuskan di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Kemenhut Lanjutkan Penanganan Pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara (Dok:Kemenhut)
Kemenhut Lanjutkan Penanganan Pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara (Dok:Kemenhut)

IDXChannel - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus melanjutkan penanganan kayu sisa bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera.

Hingga hari ke-15 pelaksanaan penanganan kayu difokuskan di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Tim Kemenhut yang terdiri dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), serta Balai Gakkum Wilayah Sumatera bergabung dengan tim lainnya mengerahkan sebanyak 23 unit alat berat.

Dikutip dari keterangan informasi Senin (5/1/2025), alat berat tersebut terdiri dari 21 unit milik Kemenhut (10 ekskavator capit, 9 ekskavator bucket, dan 2 unit dozer), 2 unit milik TNI (buldozer dan ekskavator), serta 2 unit ekskavator dari Kementerian PU.

“Pembersihan difokuskan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, yang masih mengalami hambatan akses akibat tumpukan kayu sisa banjir. Kayu yang masih dapat dimanfaatkan dikumpulkan di lokasi kejadian dan telah dilakukan pengukuran oleh tim BPHL, dengan hasil sebanyak 103 batang kayu atau setara 93,11 meter kubik,” ujar Subhan, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Senin (5/1/2025).

Selain itu, satu unit alat berat juga dikerahkan untuk membantu pembersihan parit dan halaman SMP Negeri 3 Langkahan. Tim Kemenhut lainnya dengan jumlah sekitar 50 personel turut melakukan pembersihan di SD Negeri 4 Langkahan, dengan hasil pembersihan satu ruang perpustakaan, satu gudang olahraga, dan empat kamar mandi.

Subhan menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, estimasi pemanfaatan kayu sisa bencana oleh lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bersama masyarakat pada hari ini mencapai sekitar ±3 meter kubik dengan menggunakan tujuh unit gergaji mesin.

Sementara itu, akumulasi pemanfaatan kayu sejak 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 diperkirakan mencapai sekitar ±18,5 meter kubik. Data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui. Hingga saat ini, tercatat tiga unit hunian sementara (huntara) masih dalam proses pembangunan.

Penanganan di Kabupaten Aceh Tamiang, personel BPKH Sumatera Utara bersama tim Manggala Agni masih terus melanjutkan kegiatan pembersihan rumah warga terdampak banjir dari sisa material kayu di lorong-lorong permukiman, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.

Pada hari yang sama, tim lapangan juga menerima kunjungan Koordinator BNPB Brigjen Asep, yang berdiskusi bersama Staf Ahli Menteri Kehutanan Fahrizal Fikri serta jajaran terkait, termasuk Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera dan Kepala BPKH Aceh. Diskusi membahas penanganan serta pemanfaatan kayu sisa banjir.

Pada malam harinya, dilakukan pertemuan lanjutan dengan lembaga Rumah Zakat terkait percepatan pembangunan huntara berbahan kayu sisa bencana.

Sementara itu di Provinsi Sumatera Utara, Tim Kemenhut menurunkan ekskavator untuk menyiapkan lokasi hunian tetap (huntap) di lahan PTPN. Tim juga menerima laporan adanya temuan kayu dalam jumlah besar di Sungai Batang Toru, cabang Aek Rambe, Sumatera Utara.

"Saat ini, temuan tersebut masih dalam tahap pendalaman serta penanganan lebih lanjut oleh tim terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Novita Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara.

(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement