"Sebagian besar tambak masih terendam, sehingga masyarakat belum dapat beraktivitas," kata dia.
Selain kerusakan fisik, kata dia, banjir juga berdampak pada rusaknya ekosistem perairan.
"Air banjir bercampur lumpur dan limbah menyebabkan kualitas air menurun drastis, yang berpotensi memicu kematian massal ikan dalam waktu panjang.
"Dampak lanjutan ini tidak bisa dianggap ringan. Setelah banjir surut pun, masyarakat masih membutuhkan waktu dan biaya besar untuk memulihkan tambak agar bisa kembali digunakan," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)