Sebelumnya, Qatar terpaksa menghentikan total aktivitas produksinya setelah Iran melakukan blokade ketat di Selat Hormuz—jalur perdagangan vital yang membuat Qatar tidak dapat mengirimkan pasokan LNG ke para klien internasionalnya.
Seiring dengan pelonggaran blokade oleh Iran di Selat Hormuz di tengah bergulirnya negosiasi gencatan senjata permanen, Qatar langsung tancap gas untuk menghidupkan kembali terminal ekspornya. Malangnya, upaya pemulihan tersebut justru memicu insiden fatal semalam.
Kilang Barzan memiliki kapasitas produksi yang sangat masif, mencapai hampir 1,4 miliar standar kaki kubik gas per hari. Pasokan dari fasilitas ini sejatinya dialokasikan Qatar untuk pembangkit listrik domestik dan menggerakkan pabrik desalinasi air yang sangat krusial.
Struktur kepemilikan kilang raksasa Barzan ini hampir sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah Qatar melalui QatarEnergy, dengan porsi saham minoritas dipegang oleh raksasa minyak asal Amerika Serikat, ExxonMobil. Hingga berita ini diturunkan, pihak ExxonMobil belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut. (Reporter: Eugenia Siregar) (Wahyu Dwi Anggoro)