sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Logo Imlek Nasional 2026 Simbol Kemajemukan, Ini Penjelasan Kantor Staf Kepresidenan

News editor Niko Prayoga
28/01/2026 18:36 WIB
Perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan Ramadan yang dijalani oleh umat Islam.
Logo Imlek Nasional 2026 Simbol Kemajemukan, Ini Penjelasan Kantor Staf Kepresidenan. (Foto: MNC Media)
Logo Imlek Nasional 2026 Simbol Kemajemukan, Ini Penjelasan Kantor Staf Kepresidenan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Pemerintah telah meluncurkan logo perayaan Imlek Nasional 2026, yakni kuda lumping dengan sentuhan batik dan warna merah putih serta dua buntut yang bersilang, melambangkan keharmonisan budaya Indonesia dan Tionghoa.

Perayaan Imlek kali ini berdekatan dengan bulan Ramadan yang dijalani oleh umat Islam. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan fondasi kuat bangsa.

“Acara ini memang menegaskan kembali komitmen kebangsaan dan kenegaraan kita bahwa keberagaman budaya dan keyakinan itu merupakan fondasi dari persatuan kita sekaligus kekuatan sosial yang harus kita jaga bersama,” ungkap Qodari saat Konferensi Pers Peluncuran Logo Imlek Nasional 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Tahun 2026 menghadirkan fenomena unik di mana hari besar keagamaan jatuh dalam waktu yang berdekatan, mulai dari Natal, Imlek, hingga Ramadan dan Idul Fitri. Maka dari itu, dia menyebut bahwa identitas masyarakat Indonesia tidak bisa dilepaskan dari multikultur.

Qodari menegaskan logo Perayaan Imlek Nasional 2026 yang sudah dirancang dengan berbagai makna multikultural itu selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai takdir bangsa Indonesia yang hidup dalam keragaman.

“Indonesia adalah bangsa besar yang ditakdirkan hidup dalam kemajemukan. Multietnis, multi ras, multi agama, multibudaya. Namun mampu bersatu karena memiliki niat dan tujuan yang sama untuk meraih kehidupan yang baik secara bersama,” tutur dia mengutip perkataan Presiden Prabowo Subianto.

Dia menilai perayaan Imlek yang bertepatan dengan Ramadan akan menciptakan perpaduan budaya yang unik dalam kehidupan sehari-hari. Qodari berharap perayaan ini mampu mengemas elemen tradisi menjadi daya tarik yang mempererat persaudaraan.

“Jadi ini momen yang sangat spesial karena berbarengan dengan bulan Ramadan dan bagaimana kemudian perayaan Imlek pada bulan Ramadan ini dimanifestasikan oleh teman-teman di panitia tentu sesuatu yang sangat menarik,” kata Qodari.

Qodari menjelaskan bahwa Perayaan Imlek Nasional 2026 bukan sekadar perayaan visual, melainkan juga mengarah pada sentuhan sisi kemanusiaan melalui aksi sosial.

Belajar dari keberhasilan panitia perayaan hari besar sebelumnya, aspek berbagi menjadi gaya hidup yang ingin terus ditonjolkan dalam setiap perayaan nasional di era pemerintahan saat ini.

“Salah satu pesan presiden pada waktu itu adalah untuk mewujudkan elemen solidaritas dalam kegiatan perayaan hari besar nasional ya. Mudah-mudahan Bu Irene kumpul-kumpul juga anggarannya gede juga jadi bantuan sosialnya bisa banyak,” jelasnya.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement