Dia menegaskan tidak ingin menghapus nama keluarga yang selama ini digunakan. "Jika saya mengorbankan nama keluarga tersebut, itu akan menjadi pengkhianatan terhadap semua yang telah dilakukan ibu saya untuk saya," katanya.
Meski telah diakui sebagai putra Laurent, Vandenkerckhove tidak masuk dalam garis suksesi Kerajaan Belgia. Dia juga tidak akan menjalankan kegiatan kerajaan di depan publik. Posisi tersebut berbeda dengan saudara tirinya, Princess Louise serta Prince Aymeric dan Prince Nicolas, yang berada dalam garis suksesi.
Kisah Vandenkerckhove sebelumnya telah dikenal masyarakat Belgia setelah menjadi subjek dokumenter televisi Flemish pada September 2025. Dalam dokumenter tersebut, dia menceritakan pertemuan pertamanya dengan Laurent pada 2013 di sebuah pusat perbelanjaan tanpa mengetahui bahwa pria tersebut merupakan ayah kandungnya.
Identitas ayahnya baru diberitahukan oleh sang ibu ketika Vandenkerckhove berusia 16 tahun. Beberapa tahun kemudian, dia memberanikan diri menghubungi Laurent melalui telepon. Setelah beberapa kali berkomunikasi, keduanya bertemu dan menjalani tes DNA di rumah sakit.
"Saya ingat dia mengatakan akan menjalani tes lebih dulu agar saya merasa tenang," ujarnya dalam dokumenter VTM. Hasil pemeriksaan kemudian menunjukkan kecocokan DNA sebesar 99,5 persen.