Di samping peran kantor berita, Meutya juga mengajak para awak media untuk tidak ragu mengakui batasan kapasitas diri tanpa merasa rendah diri atau dicap lemah.
"Teman-teman wartawannya juga memang harus mau mengaku. Kalau dulu, kita merasa ketika kita merasa terganggu, itu seolah kita wartawan yang lembek, jadi bukan wartawan yang kuat. Nah, wartawan yang andal itu tahu kapan berhenti. Wartawan yang cakap tahu limitasinya," jelas Meutya.
Ia pun menyarankan agar wartawan tetap meluangkan waktu berolahraga di sela-sela kesibukan demi menjaga keseimbangan fisik dan pikiran.
"Kuncinya adalah jeda dari satu peliputan berat ke peliputan berat lainnya. Sempatkan apa pun itu olahraga demi menghargai kesehatan mental kita," pungkas Menkomdigi.
(Nadya Kurnia)