"Jadi jangan hanya menunggu korban untuk datang atau pasien yang sudah parah untuk datang ke rumah sakit baru ada penanganan," kata Robert.
"Kan dampak ini pasti dialami, nah apa yang dilakukan untuk bisa mengeliminasi dampak agar kemudian tidak terlanjur membesar," lanjutnya.
Selain mengoptimalkan program CKG, Robert juga mendorong rumah sakit menyediakan tempat khusus untuk menangani pasien yang terdampak karhutla, terutama mereka yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun penyakit lain akibat bencana tersebut.
"Bahkan saya juga mendorong rumah sakit juga buka satu tempat khusus untuk penanganan pasien-pasien yang memang terdampak ISPA atau berbagai sakit yang memang menjadi akibat dari bencana yang ada," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)