“Identifikasi akar masalahnya, apakah kurangnya rambu peringatan, minimnya pengawasan, atau faktor rekayasa lalu lintas. Petakan titik rawan kecelakaan. Identifikasi akar masalahnya, apakah kondisi jalan rusak, kurangnya penerangan lampu jalan, minimnya rambu, atau minimnya pengawasan,” imbuhnya.
Dia juga mengingatkan para anggotanya untuk mengidentifikasi pelanggaran, serta mencari tahu akar masalah dengan pendekatan humanis. Sebab, pelanggaran tersebut bisa jadi disebabkan oleh faktor ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Dadang menegaskan agar anggota mengedepankan cara bertindak yang tegas, humanis, tetapi sesuai aturan. Dadang juga mewajibkan adanya dokumentasi video untuk setiap penindakan yang dilakukan.
Ia berharap, dengan adanya Operasi Patuh Jaya 2026 bisa memberikan dampak agar meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
“Dampak yang kita harapkan dari terselenggaranya operasi ini adalah meningkatnya kepatuhan masyarakat secara nyata, terutama pada wilayah-wilayah yang menjadi target kita. Jadi, tetapkan targetnya, mana wilayahnya, kita akan melihat apakah di situ sudah terjadi kepatuhan atau tidak,” pungkas dia.
(Nadya Kurnia)