sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pelabuhan dan Bandara Komodo Rusak Akibat Gempa Bumi M7,7 NTT

News editor Iqbal Dwi Purnama
16/08/2026 03:06 WIB
Kemenhub mencatat kerusakan terjadi di beberapa pelabuhan hingga Bandar Udara Komodo.
Pelabuhan dan Bandara Komodo Rusak Akibat Gempa Bumi M7,7 NTT
Pelabuhan dan Bandara Komodo Rusak Akibat Gempa Bumi M7,7 NTT

IDXChannel - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak terhadap sejumlah sarana dan prasarana transportasi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat kerusakan terjadi di beberapa pelabuhan hingga Bandar Udara Komodo.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas transportasi yang terdampak gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana transportasi tetap aman digunakan.

"Kami telah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas-fasilitas transportasi terdampak, baik pelabuhan, terminal hingga bandara, guna memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman pasca terjadinya gempa bumi," kata Dudy, Sabtu (15/8/2026).

Salah satu fasilitas yang terdampak adalah Pelabuhan Laurentius Say. Gempa mengakibatkan bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu mengalami kerusakan hingga roboh. Saat gempa terjadi, KM Bukit Siguntang diketahui sedang bersandar di dermaga pelabuhan tersebut.

Kerusakan juga terjadi di Pelabuhan Reo. Bagian kantor dan terminal mengalami kerusakan akibat gempa. Namun, Kemenhub memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, Pelabuhan Nangakeo mengalami kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas. Kerusakan antara lain berupa plafon yang runtuh dan tembok yang mengalami retak.

Akibat kerusakan tersebut, layanan perintis di Pelabuhan Nangakeo untuk sementara dihentikan. Penghentian dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan pengguna jasa dan petugas di lokasi terdampak.

Dampak gempa juga dirasakan di Bandar Udara Komodo. Kemenhub mencatat kerusakan terjadi pada fasilitas Gedung PKP-PK, terminal sisi darat, dan gedung administrasi.

Selain itu, terdapat kerusakan minor pada fasilitas sisi udara, yakni pada fillet Taxiway A. Meski terdapat sejumlah kerusakan, Bandara Komodo tetap beroperasi secara normal dengan pembatasan.

"Tidak ditemukan adanya korban jiwa dan bandara ini tetap beroperasi normal dengan pembatasan," kata Dudy.

Dudy meminta jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di NTT dan wilayah sekitarnya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BMKG, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta operator transportasi.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi sarana dan prasarana transportasi sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang menggunakan layanan transportasi di wilayah terdampak.

"Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak," kata Dudy.

Kemenhub juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun arahan petugas di lapangan. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Kemenhub memastikan pemantauan terhadap fasilitas transportasi terdampak akan terus dilakukan. Pemerintah juga akan menyampaikan informasi secara berkala terkait perkembangan kondisi sarana dan prasarana transportasi di wilayah NTT dan sekitarnya.

Dudy menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan transportasi dapat kembali berjalan secara optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement