Berdasarkan data BPBD Kalimantan Timur, luas area terbakar sejak Januari hingga September 2026 mencapai sekitar 5.708,96 hektare. Pada Minggu (13/9), terpantau 34 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi dan 24 titik kejadian kebakaran dengan estimasi luas terbakar sekitar 712,94 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 392,99 hektare telah berhasil dipadamkan, terdiri atas 377,99 hektare melalui penanganan darat dan 15 hektare melalui dukungan operasi udara. Sementara itu, sekitar 319,95 hektare masih dalam penanganan dan seluruhnya berada di kawasan IKN.
Penanganan karhutla dilaksanakan secara terpadu oleh unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, OIKN, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan. Keterpaduan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas ke wilayah lain.
Dukungan operasi udara disiapkan sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan, terutama untuk membantu penanganan pada lokasi yang memiliki kendala akses bagi tim darat. Operasi udara tersebut menjadi bagian dari penanganan terpadu bersama Satgas Karhutla.
Selain pemadaman, BNPB juga menindaklanjuti permintaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kapolda Kalimantan Timur. Pelaksanaan OMC mencakup wilayah Berau dan sekitarnya dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer serta potensi pertumbuhan awan hujan berdasarkan pemantauan BMKG.