sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Periode Negosiasi 60 Hari Antara AS dan Iran Dimulai Hari Ini

News editor Kunthi Fahmar Sandy
19/06/2026 07:21 WIB
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa periode negosiasi 60 hari antara Teheran dan Washington telah dimulai hari ini
Periode Negosiasi 60 Hari Antara AS dan Iran Dimulai Hari Ini (FOTO:Dok BBC)
Periode Negosiasi 60 Hari Antara AS dan Iran Dimulai Hari Ini (FOTO:Dok BBC)

IDXChannel - Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa periode negosiasi 60 hari antara Teheran dan Washington telah dimulai hari ini dan blokade pelabuhan Iran telah dicabut.

Dilansir dari laman AlJazeera Jumat (19/6/2026), JD Vance telah membela nota kesepahaman untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran. Dia juga menanggapi kritik terhadap kesepakatan tersebut dari anggota Partai Demokrat dan Republik.

Namun, dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, sehari setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Pezeshkian menandatangani MoU tersebut, Vance menyampaikan kritik paling kerasnya kepada Israel, di mana para pemimpinnya terus mendorong Washington untuk melanjutkan perang.

Vance menyinggung kritik terhadap kesepakatan tersebut dari para pejabat Israel, termasuk menteri sayap kanan Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir. “Dan saya kira tanggapan saya kepada mereka adalah: Apa proposal Anda yang sebenarnya? Anda adalah negara dengan sembilan juta penduduk. Anda tidak bisa hanya membunuh untuk menyelesaikan setiap masalah keamanan nasional yang Anda miliki,” katanya.

Ia menyerukan Israel agar membiarkan negosiasi berjalan dan memberikan sedikit penghargaan kepada Amerika Serikat, yang menurutnya telah menjadi mitra yang luar biasa bagi pemerintah Israel untuk waktu yang lama

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani nota kesepahaman secara elektronik untuk mengakhiri perang.

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan dia memiliki pendapat yang berbeda tentang perjanjian AS-Iran. "Tetapi karena komitmen yang diberikan oleh Presiden terhormat atas nama saya sendiri dan anggota lainnya dalam melindungi hak-hak bangsa Iran dan front perlawanan, dan secara eksplisit menerima tanggung jawab untuk itu, saya memberikan izin," tuturnya.

Kepala Hizbullah Naim Qassem memuji perjanjian itu sebagai kemenangan besar dan mengatakan negosiasi Lebanon dengan Israel harus dibatasi pada "keamanan bersama" dan bukan pelucutan senjata kelompok bersenjata tersebut.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement