Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani nota kesepahaman secara elektronik untuk mengakhiri perang.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan dia memiliki pendapat yang berbeda tentang perjanjian AS-Iran. "Tetapi karena komitmen yang diberikan oleh Presiden terhormat atas nama saya sendiri dan anggota lainnya dalam melindungi hak-hak bangsa Iran dan front perlawanan, dan secara eksplisit menerima tanggung jawab untuk itu, saya memberikan izin," tuturnya.
Kepala Hizbullah Naim Qassem memuji perjanjian itu sebagai kemenangan besar dan mengatakan negosiasi Lebanon dengan Israel harus dibatasi pada "keamanan bersama" dan bukan pelucutan senjata kelompok bersenjata tersebut.
(kunthi fahmar sandy)